Published 24 Feb 2026, 12:12 PM

UT Alokasikan Dana Hingga Rp 67 Miliar untuk Riset, Inovasi, Pengabdian Masyarakat, dan Rehabilitasi Daerah Terdampak Bencana

Utlppm

Tim LPPM Universitas Terbuka

UT Alokasikan Dana Internal Hingga Rp 67 Miliar untuk Riset, Inovasi, Pengabdian Masyarakat, dan Rehabilitasi Daerah Terdampak Tangerang

Tangerang Selatan, 13 Februari 2026 — Universitas Terbuka (UT) mengalokasikan dana internal sebesar Rp67 miliar pada tahun anggaran 2026 untuk mendukung kegiatan riset, inovasi, pengabdian kepada masyarakat (PkM), hilirisasi hasil penelitian, serta program rehabilitasi daerah terdampak bencana. Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan Penyerahan Kontrak Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Peluncuran Katalog Inovasi, serta Anugerah Karya Inovasi Universitas Terbuka Tahun 2026 yang diselenggarakan di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Jumat (13/2).

Kegiatan yang mengusung tema “Riset dan PkM Berdampak untuk Mewujudkan UT yang Unggul” ini merupakan agenda rutin tahunan yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UT sebagai penanda dimulainya aktivitas riset dan PkM pada tahun berjalan. Rangkaian kegiatan meliputi:Penyerahan kontrak penelitian dan PkM Tahun Anggaran 2026;Peluncuran dan penyerahan Katalog Karya Inovasi dan Pengabdian UT untuk Negeri Tahun 2025; serta Penganugerahan Catha Sancaya Universitas Terbuka sebagai bentuk apresiasi atas karya inovatif sivitas akademika. Seluruh proses pengelolaan penelitian dan PkM, baik yang bersumber dari pendanaan internal maupun eksternal, dilaksanakan secara digital melalui sistem Simpenmas yang dikelola LPPM.Skema

Skema pendanaan internal mencakup penelitian kompetitif, penelitian penugasan, kelompok riset, kolaborasi nasional dan internasional, pengembangan MOOCs dan microcredential, hilirisasi riset, serta penelitian mahasiswa program sarjana (S1). Adapun skema PkM meliputi PkM dosen berbasis komunitas, PkM nasional desa binaan, PkM internasional, PkM kebencanaan, serta PkM kewirausahaan mahasiswa.

PkM Nasional Kebencanaan UT pada tahun ini dilaunching perdana sebagai bentuk kepedulian dan kehadiran UT dalam proses pemulihan bencana di tiga daerah terdampak Bencana di Pulau Sumatera, serta sbg bentuk respon civitas academica UT terhadap tingginya kerawanan bencana di Indonesia dengan penguatan kesiapsiagaan dan literasi kebencanaan masyarakat. 17 proposal skema ini dinyatakan lolos pendanaan dengan total anggaran sebesar Rp 848.689.000. Kegiatan PkM Kebencanaan ini dilaksanakan di 9 desa terdampak bencana yang tersebar di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, yaitu Gampong Manyang Cut, Gampong Beureueh Dua, Desa Babo, Desa Sekumur, Desa Pematang Cengal, Desa Pagaran Honas, Nagari Guguak Malalo, Nagari Sungai Landia, dan Nagari Maninjau. Pemilihan daerah/desa sasaran dan jenis bantuan yang diberikan berdasarkan analisis kebutuhan.Analisis

Analisis kebutuhan yang dilakukan melalui FGD dengan UT daerah dan calon daerah sasaran bertujuan agar bantuan tepat sasaran serta sesusi dengan kebutuhan. Pelaksanaan PkM ini mengutamakan keterlibatan UT daerah, Sentra Layanan UT, dan mahasiswa UT dari masing-masing daerah. Di samping itu juga melibatkan mitra UT termasuk bantuan buku-buku bacaan untuk semua usia dan kalangan, serta buku pelajaran yang relevan. Sebagai perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTN-BH), UT mewajibkan setiap dosen untuk melaksanakan penelitian dan PkM, baik sebagai ketua maupun anggota tim.Selain

Selain dosen, UT juga membuka kesempatan partisipasi bagi tenaga kependidikan dan mahasiswa S1 untuk terlibat aktif dalam kegiatan riset dan pengabdian, baik sebagai ketua maupun anggota peneliti . Alokasi dana internal sebesar Rp67 miliar pada tahun 2026 menunjukkan komitmen kuat UT dalam memperkuat dharma penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. UT menargetkan peningkatan alokasi dana tersebut secara bertahap pada tahun-tahun mendatang guna memperluas dampak akademik dan sosial dari hasil riset yang dihasilkan.Sepanjang tahun 2025, karya riset inovasi dan pengabdian yang dihasilkan sivitas akademika UT telah terdokumentasi dalam Katalog Karya Inovasi dan Pengabdian Universitas Terbuka untuk Negeri. Tahun ini, sebanyak 45 karya terpilih, terdiri atas 12 produk penelitian keilmuan, 22 produk hasil kegiatan PkM, dan 11 produk riset inovasi. Produk-produk tersebut mencerminkan kontribusi nyata UT dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, pemberdayaan masyarakat, serta solusi atas berbagai persoalan sosial.Sebagai bentuk apresiasi terhadap karya yang dinilai memiliki tingkat inovasi dan kebermanfaatan tinggi, UT menganugerahkan penghargaan Catha Sancaya kepada dua tim peneliti terbaik. Penghargaan ini merepresentasikan nilai kepedulian, partisipasi aktif, dan kontribusi nyata sivitas akademika dalam menjawab kebutuhan masyarakat melalui keilmuan dan profesi yang dijalankan.Universitas Terbuka menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan karya akademik yang inovatif, solutif, dan berdampak luas bagi masyarakat Indonesia melalui penguatan riset, hilirisasi, pengabdian kepada masyarakat, serta perhatian terhadap rehabilitasi daerah terdampak bencana.

Leave a comment