Ketika Mimpi Murid Disabilitas Tak Lagi Terbatas
Armada Disabilitas: Penambahan armada ini merupakan kontribusi Pemprov DKI Jakarta untuk menjadikan Jakarta sebagai kota yang ramah disabilitas.
Bagi sebagian besar murid di DKI Jakarta, naik bus sekolah adalah rutinitas pagi yang biasa. Namun bagi anak-anak penyandang disabilitas, menaiki transportasi umum sering kali menjadi perjuangan fisik yang melelahkan. Harapan baru itu akhirnya tiba di Pendopo Balai Kota Jakarta, Rabu (21/1/2026).
Di bawah langit Jakarta Pusat, Gubernur Pramono Anung perlahan mengantarkan seorang siswa berkursi roda menuju sebuah bus sekolah berwarna kuning cerah. Tanpa perlu digendong atau bersusah payah, siswa tersebut naik dengan tenang berkat bantuan platform hidrolik—sebuah lift otomatis yang dirancang khusus untuk mengangkat kursi roda ke dalam kabin.
Momen ini menandai peluncuran 32 armada bus sekolah khusus disabilitas yang baru saja ditambah oleh Pemprov DKI Jakarta. Penambahan ini bukan sekadar angka di atas kertas; ini adalah upaya memperluas akses bagi 41.000 pelajar luar biasa di Jakarta yang selama ini sering terabaikan aksesibilitasnya.
Masuk ke dalam bus, suasananya terasa hangat dan fungsional. Tidak ada lagi bangku-bangku yang berhimpitan kaku. Untuk bus ukuran medium, tersedia area luas yang mampu menampung hingga tujuh kursi roda lengkap dengan tali pengaman untuk menjamin keamanan selama perjalanan. Di lantainya, terdapat tactile block (jalur pemandu berpola) yang menjadi kompas bagi siswa tunanetra. Tak lupa, CCTV dan petugas pendamping selalu siaga di dalam bus untuk memastikan setiap anak merasa terlindungi.
Kepala Dinas Perhubungan, Syafrin Liputo, menegaskan bahwa layanan ini terus berevolusi sejak 2007. Kini, dengan total 230 armada yang beroperasi mulai pukul 04.30 hingga 19.00 WIB, Jakarta semakin serius memanusiakan warganya.
Mulai tahun 2026 ini, lima rute baru akan segera menyapa siswa-siswa di Sekolah Luar Biasa (SLB), mulai dari jalur Yayasan Pendidikan Anak Cacat (YPAC) Ciledug, hingga kawasan Lebak Bulus.
Langkah ini adalah sebuah pernyataan tegas: bahwa di Jakarta, pendidikan yang setara harus dimulai dari perjalanan yang setara. Melalui bus-bus kuning ini, Pemprov DKI sedang mengantar mimpi-mimpi anak bangsa menuju sekolah dengan lebih bermartabat. Semoga, langkah inklusif ini menjadi inspirasi yang menular ke seluruh penjuru negeri. (UW)
Sumber: https://www.beritajakarta.id/siaran-pers/provinsi/read/6387-SP-HMS-01-2026 foto: https://ppid.jakarta.go.id/show-thumb/pers/siaranpers_pemprov_dki
Read More :
