Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua, Kemendikdasmen Perkuat Komitmen Anggaran Berkelanjutan di 2026
CLC SMPT Gamore berada di wilayah koordinasi Sekolah Indonesia Kota Kinabalu. Perhatian pemerintah pada CLC menjadi salah satu wujud pemerataan pendidikan bermutu.
Jakarta, 24 Januari 2026 — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan komitmen penuh dalam mengawal anggaran pendidikan tahun 2026 secara berkelanjutan dan akuntabel. Melalui alokasi yang strategis, Pemerintah memastikan bahwa setiap rupiah dikonversi menjadi akses pendidikan yang nyata, inklusif, dan berkualitas bagi seluruh anak bangsa.
Langkah konkret ini diwujudkan melalui kelanjutan dan perluasan berbagai kebijakan afirmatif, di antaranya Program Indonesia Pintar (PIP), Beasiswa Afirmasi Pendidikan Dasar dan Menengah (ADEM), serta penguatan pendidikan inklusif.
Terobosan Baru: PIP Merambah Jenjang Taman Kanak-Kanak
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, mengungkapkan bahwa tahun 2026 menjadi momentum krusial bagi transformasi pendidikan nasional. Salah satu kebijakan paling signifikan adalah perluasan sasaran Program Indonesia Pintar.
“Tahun 2026, Kemendikdasmen memperluas cakupan PIP hingga menyentuh jenjang Taman Kanak-Kanak (TK). Langkah ini merupakan bagian dari dukungan penuh Pemerintah terhadap program Wajib Belajar 13 Tahun. Dengan target sasaran lebih dari 19 juta murid, kami berkomitmen memastikan keberlanjutan akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu serta memutus rantai putus sekolah sejak usia dini,” tegas Suharti di Jakarta, Jumat (23/1).
Memperluas Jangkauan Afirmasi hingga Penjuru Negeri dan Luar Negeri
Selain PIP, pemerintah menunjukkan keberpihakan pada masyarakat di daerah khusus dan kelompok marginal melalui Beasiswa ADEM. Pada tahun 2026, anggaran dialokasikan secara spesifik untuk 5.519 murid jenjang SMA/SMK yang mencakup:
- Murid dari daerah dengan hambatan geografis dan ekonomi (daerah khusus).
- Putra-putri Orang Asli Papua (OAP).
- Anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berada di Malaysia dan Arab Saudi.
“Beasiswa ADEM adalah bukti kehadiran negara dalam memberikan kepastian layanan pendidikan bermutu bagi mereka yang terhalang kendala geografis maupun ekonomi,” tambah Suharti.
Pendidikan Inklusif dan Jarak Jauh
Pemerintah juga mengalokasikan bantuan operasional untuk Community Learning Center (CLC) di Malaysia serta pengembangan pendidikan jarak jauh. Targetnya sangat ambisius: menjangkau 771 lembaga dan lebih dari 21.500 murid.
Menutup penjelasannya, Suharti merefleksikan keberhasilan tahun 2025 di mana PIP telah tersalurkan kepada lebih dari 19 juta murid dan Beasiswa ADEM kepada 4.616 murid.
“Melihat capaian positif tahun lalu, Kemendikdasmen akan terus meningkatkan kualitas layanan. Komitmen penganggaran kami tidak hanya soal angka, tapi soal memastikan pendidikan yang inklusif dan akuntabel dapat dirasakan langsung oleh peserta didik di seluruh pelosok negeri maupun di luar negeri,” pungkasnya.
Sumber: Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor: 47/sipers/A6/I/2026
Read More :
