Menjaga Nadi Bangsa: Kemendikdasmen Jadikan Sekolah Benteng Tangguh Lawan Narkoba
Kemendikdasmen dan BNN berkolabirasi menyelamatkan generasi muda dari ancaman Narkoba melalui Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN).
SURABAYA – Masa depan sebuah bangsa ditentukan oleh kualitas generasi mudanya hari ini. Menyadari besarnya ancaman narkotika yang mengintai ruang kelas, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengambil langkah berani dan preventif untuk memastikan sekolah tetap menjadi oase yang aman dan suci bagi tumbuh kembang anak.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa perlindungan terhadap murid bukan sekadar tugas tambahan, melainkan komitmen inti kementerian. Hal ini ia sampaikan saat meluncurkan program Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN) dalam tajuk “Ananda Bersinar” di Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Kamis (12/2).
Berbeda dengan pendekatan ceramah konvensional, program IKAN hadir dengan metode cerdas. Kemendikdasmen bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) RI mengintegrasikan materi antinarkoba langsung ke dalam mata pelajaran yang sudah ada, seperti Biologi hingga Matematika. “Program ini adalah langkah nyata untuk membangun budaya sekolah yang bersih dari narkoba. Kami ingin sekolah menjadi lingkungan yang Aman, Sehat, Ramah, dan Indah (ASRI),” ujar Menteri Mu’ti.
Mu’ti menambahkan, langkah preventif ini selaras dengan program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH). Fokusnya jelas: melindungi fisik, mental, hingga spiritual murid dari segala bentuk perilaku merusak.
Menjaga Imunitas Generasi
Kemendikdasmen tidak ingin pemahaman antinarkoba hanya berhenti di lembar ujian. Ke depan, penguatan akan dilakukan melalui berbagai strategi, yakni: Pertama, Aktivasi Peran Siswa, di antaranya dengan mendorong OSIS dan ekstrakurikuler sebagai garda terdepan sebaya; Kedua, Pemberdayaan Guru melalui pelatihan khusus agar guru mampu menjadi detektor dini sekaligus mentor bagi siswa; dan ketiga, aksi kolektif: Kolaborasi dengan penyuluh BNN di tingkat daerah untuk pendampingan berkelanjutan.
Langkah strategis Kemendikdasmen ini mendapat apresiasi dari Kepala BNN RI Suyudi Ario Seto. Menurut Kepala BNN, langkah dari Kemendikdasmen sangat tepat dan menyasar anak-anak dari PAUD hingga SMA. “Startegi yang tepat. Apalagi kita ingin para calon pemimpin bangsa ini memiliki imunitas kuat terhadap narkoba sejak dini,” tegasnya.
Praktik Baik Labschool UNESA
Pada acara peluncuran IKAN, UNESA melalui Labschool-nya menunjukkan bahwa integrasi ini sangat mungkin dilakukan. Mulai dari tes urin rutin bagi pimpinan dan mahasiswa hingga penerapan materi P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika) di ekosistem sekolah.
Menteri Mu’ti pun sempat berinteraksi melalui video conference dengan SDN 3 Pagar Alam, Sumatera Selatan, yang aktif mengundang penyuluh BNN. Ia berpesan agar praktik baik seperti ini terus dikembangkan dengan melibatkan murid secara aktif. “Kita ingin membangun generasi yang kuat jasmani dan kokoh secara spiritual. Sekolah harus benar-benar menjadi benteng pertahanan bagi masa depan anak-anak kita,” pungkas Mu’ti optimistis.
Sumber: Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor: 118/sipers/A6/II/2026 foto: doc kemendikdasmen.go.od
Read More :
